Rabu, 23 Mei 2012

Analisis Manajemen Kredit Guna Menekan Terjadinya Kredit Macet Pada Koperasi


Koperasi simpan pinjam merupakan lembaga keuangan yang tidak
terlepas dari masalah kredit. Demikian juga dengan Koperasi Usaha Tama
Ponggok Blitar yang berfungsi sebagai lembaga keuangan simpan pinjam dan
pemberian kredit. Untuk itu Koperasi Usaha Tama ponggok Blitar sebagai
lembaga simpan pinjam harus mampu mengelola, menghimpun dan
menyalurkan dana masyarakat secara efektif dan efisien agar meningkatkan taraf
hidup bagi anggota khususnya dan masyarakat umumnya. Mengingat
penyaluran kredit besar resikonya maka kredit memerlukan suatu sistem
pengelolaan agar resiko kredit macet atau kerugian dapat diminimalisir. Untuk
meminimalisir terjadinya kredit macet maka Koperasi Usaha Tama Ponggok
Blitar memerlukan adanya manajemen kredit yang efektif sehingga dengan
manajemen kredit tersebut dapat mencegah adanya kredit macet.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mendeskriptifkan manajemen
kredit guna menekan terjadinya kredit macet pada Koperasi Usaha Tama
Ponggok Blitar. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder
dengan tehnik wawancara dan dokumentasi. Hal ini untuk mencapai tujuan
akhir penelitian dengan menggunakan pikiran yang logis, menggambarkan,
menguraikan secara mendalam dan sistematis tentang keadaan yang sebenarbenarnya
kemudian ditarik kesimpulan sehingga dapat diperoleh suatu
pemecahan masalah.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kredit yang
digunakan pada Koperasi Usaha Tama Ponggok Blitar dalam mengelola kredit
adalah dengan cara perencanaan kredit, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pertanggung jawaban, selain itu koperasi juga melakukan analisis 5C meliputi
character, capacity, capital, collateral dan condition of economic agar bisa
meminimalisir dan menekan terjadinya kredit macet. Sedangkan kredit modal
kerja sangat berperan sekali dalam masyarakat, dengan adanya kredit modal
kerja tersebut maka bisa memacu masyarakat setempat untuk memulai,
menjalankan dan mengembangkan usahanya agar bisa lebih berkembang. Pada
umumnya masyarakat meminjam kredit modal kerja ini digunakan untuk
meningkatkan usaha dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar